Stockholm, 26 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SYARIAT ISLAM BERLAKU, DAULAH PANCASILA TENGGELAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

Tanggapan untuk Menhankam Juwono Sudarsono.

GUS DUR SEDANG DI TIMUR TENGAH, JUWONO SUDARSONO AKAN MEMBERLAKUKAN SYARIAT ISLAM DI ACEH

"Minister of Defense Juwono Sudarsono during a working session with the House of Representatives' Commission I on defense and foreign affairson Monday (23 Nov 1999) said: " The government has agreed to hold a referendum in Aceh, but it is limited to a vote on whether to adopt Islamic Law in the province. The option for a separate state is not on the cards. Last I heard from Pak President, and something which has not yet been announced by the coordinating minister for political and security affairs, is that the only referendum he (the President) wants is whether or not to enact Islamic law in Aceh. "That is all". ( http://www.thejakartapost.com:8890/iscp_render?menu_name=hitlist_details&id=639970 ).

JUWONO SUDARSONO TIDAK MENGETAHUI KONSEKUENSI DARI SYARIAT ISLAM DITERAPKAN DI ACEH

Ketika selesai membaca apa yang dikatakan Menhankam Juwono Sudarsono yang ditulis Jakarta Pos diatas, timbul dalam pikiran saya, bahwa Menhankam Juwono Sudarsono tidak tahu apa akibat dari diterimanya syariat Islam oleh rakyat Aceh lewat referendum.

Kalau Menhankam Juwono Sudarsono sebagai seorang muslim yang memahami secara mendalam Islam, maka begitu diterima syariat Islam lewat referendum di Aceh, maka berlakulah hukum Islam di Aceh, dan gugurlah di wilayah Aceh hukum pancasila yang berlaku di Daulah pancasila. Hukum Islam tidak bisa diterapkan apabila masih berada dibawah hukum pancasila. Karena itu, begitu hukum Islam berlaku di Aceh, maka apapun yang terjadi, hukum Islam yang berlaku di Aceh.

Inilah konsekuensi dari diterimanya referendum mengenai syariat Islam oleh rakyat Aceh. Dan inilah yang tidak disadari dan dimengerti oleh Menhankam Juwono Sudarsono.

Tetapi, kalau Menhankam Juwono Sudarsono memberlakukan syariat Islam di Aceh dan hukum pancasila masih berada di atas hukum Islam, maka itu artinya, Menhankam Juwono Sudarsono akan menipu rakyat Aceh dan tidak memahami penerapan syariat Islam di suatu negara atau daerah. Dan kalau ini  yang terjadi, maka Menhankam Juwono Sudarsono adalah seorang munafik besar, yang kerjanya hanya menipu rakyat Aceh khususnya dan rakyat Daulah Pancasila yang muslim pada umumnya.

JUWONO SUDARSONO  JANGAN PERMAINKAN SYARIAT ISLAM

Saya melihat Menhankam Juwono Sudarsono adalah ingin mempermainkan hukum Islam dan dipakai alat untuk menipu rakyat Aceh dan kaum muslimin Indonesia.

Apakah dengan janji referendum dengan menyampaikan dua alternatif ya atau tidak kepada syariat Islam di Aceh akan membuat rakyat Aceh rela menerimanya?

Disinilah saya memperhatikan bahwa wakil-wakil rakyat yang sekarang duduk di Kabinet Gus Dur, seenaknya menyatakan apa yang sebenarnya tidak dipahaminya secara mendalam.

Contohnya, Menhankam Juwono Sudarsono, orang yang satu ini. Walaupun Pres Gus Dur belum secara resmi menyatakan menarik kembali ucapannya mengenai persetujuan referendum untuk otonomi atau berdiri sendiri bagi Aceh, tetapi Menhankam Juwono Sudarsono telah mendahului dengan mengatakan  bahwa Pak Presiden (Pres Gus Dur sedang sibuk di Timur Tengah) telah menyatakan bahwa referendum bukan untuk berdiri sendiri, melainkan untuk menyatakan ya atau tidak kepada penerapan syariat Islam di Aceh.

RENCANA PENIPUAN TERHADAP RAKYAT ACEH

Kelihatannya, setelah Pres Gus Dur dapat jaminan dari Clinton dan dari beberapa negara di Asia bahwa Aceh harus tetap menjadi bagian dari Daulah Pancasila, maka mulailah dimainkan jurus-jurus politik yang bisa dijadikan obat penenang krisis Aceh. Salah satu contoh obat penenang yang dibuat oleh Menhankam Juwono Sudarsono dengan resep referendum syariat Islam-nya.

Dan itulah menurut saya usaha penipuan terhadap kaum muslimin yang ada di Aceh khususnya dan kaum muslimin yang ada di wilayah Indonesia pada umumnya.

KESIMPULAN

Menhankam Juwono Sudarsono tidak tahu apa akibat dari diterimanya syariat Islam oleh rakyat Aceh lewat referendum. Berlaku hukum Islam di Aceh, gugurlah di wilayah Aceh hukum pancasila yang berlaku di Daulah pancasila, dan tenggelamlah Daulah Pancasila dengan hukum pancasilanya.

Inilah sedikit tanggapan untuk Menhankam Juwono Sudarsono.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se