Stockholm, 22 mei 1998.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SUHARTO JATUH, NAIK HABIBIE
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA
 

KELUAR DARI SARANG HARIMAU MASUK KESARANG SRIGALA.

Saudara-saudaraku di tanah air.

Gerakan moral yang digerakan oleh pihak mahasiswa dan dipelopori oleh sekelompok kecil dari pihak cendekiawan yang mempunyai keberanian tinggi dibawah komando Amien Rais membuat Suharto tidak dapat berbuat banyak selain mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Habibie seorang murid setia yang mengikut dan mengerjakan apa saja yang dibuat Suharto.Perpindahan kekuasaan ini saya sebutkan sebagai suatu perpindahan kekuasaan dari guru kepada murid.

Lebih dari duapuluh tahun Habibie ikut terlibat dan berperan didalam pemerintahan Suharto. Sehingga jangka waktu yang lama ini menyebabkan ia tidak mungkin dapat secepatnya merubah arah haluan kebijaksanaan pemerintahnya. Pikiran dan semua kebijaksanaan Suharto masih membekas dalam pikiran dan ingatannya.

Dalam waktu dekat, kita akan melihat sejauh mana sikap dan tindakan Habibie terhadap penyelesaian masalah ekonomi yang sudah jauh masuk kedalam jurang ini. Juga sejauh mana kemampuan dia mengumpulkan stafnya untuk membantu membuat dan memecahkan persoalan kehancuran ekonomi sekarang ini.

Saya mempunyai pemikiran, bahwa dengan keadaan ekonomi sekarang ini, juga tekanan dari pihak luar terutama dari IMF dan pihak Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, maka waktu yang singkat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Amien Rais, tidaklah mungkin dapat dicapai dengan segera.Sekali lagi saya tekankan, ini suatu hal yang tidak mungkin terlaksana. Walaupun Habibie dapat mengumpulkan stafnya yang profesional dan tidak korup.

Jalan keluar dari kemelut ini adalah pertama, selambat-lambatnya satu bulan harus dilaksanakan pemilihan umum istimewa untuk memilih calon-calon rakyat yang akan duduk didalam MPR. Kedua, meninjau kembali undang-undang dasar 1945. Ketiga, merubah system pemilihan umum, dimana harus dicabut hak istimewa ABRI tanpa dipilih dan hak istimewa Presiden untuk mengangkat ABRI menjadi anggota parlemen. Keempat, ABRI jangan dilibatkan kedalam aktifitas politik, bila anggota ABRI mau aktif dalam politik harus keluar atau berhenti dari ABRInya. Kelima, memberikan kebebasan kepada setiap individu atau kelopok untuk membuat atau membentuk partai dengan dasar dan ideologi masing-masing. Keenam, dasar negara Pancasila harus dirubah atau dibuang. Ketujuh, memberikan kebebasan memilih bagi pegawai negeri, tanpa ada tekanan dan ancaman dengan pemberhentian kerja.
 
Kesempatan sekarang adalah kesempatan yang terbaik untuk mengadakan perubahan system di Indonesia. Tanpa ada perubahan total, tetap saja keadaan tidak akan menjadi lebih baik *.*
 

Stockholm, 22 mei 1998.

Wassalam.

Ahmad Sudirman