Stockholm, 30 Agustus 2002

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

AMIEN JANGAN PETENTENGAN UNTUK LAWAN MAHATHIR SOAL TKI GELAP DI MALAYSIA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

 

AMIEN, BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN IKLIM SEGAR UNTUK TUMBUHNYA PERUSAHAAN GUNA DIJADIKAN TEMPAT PENAMPUNGAN TENAGA KERJA

Amien memang buta, dia tidak melihat dan mendalami keadaan sebenarnya kehidupan para penganggur diatas usia 15 tahun di negara sekular pancasila ini yang telah mencapai angka 45,221,425 orang dari jumlah keseluruhan yang mencapai 144,033,873 orang.

Dimana yang bernasib baik sampai detik ini dengan masih tetap memperoleh pekerjaan adalah sejumlah 90,807,417 orang, sedangkan 8,005,031 orang sedang aktif mencari kerja. Adapun mereka yang masih duduk dibangku sekolah atau kuliah angkanya mencapai jumlah 10,899,236 orang. Kemudian mereka yang terlibat dalam urusan pekerjaan rumah tangga mencapai jumlah 26,461,653 orang. Selanjutnya mereka yang bekerja di pertambangan, listrik, gas dan air mencapai angka 7,860,536 orang ( http://www.bps.go.id/sector/employ/table1.shtml )

Nah, kalau dilihat persentase pengangguran yang ada di negara sekular pancasila ini , maka angkanya menunjukkan 31,40 %. Adapun kalau ditambah dengan mereka yang sedang aktif mencari kerja, maka nilainya mencapai angka 36,95 %.

Sungguh meriding bulu kuduk, tetapi dasar Amien yang buta, dia tidak merasakan bagaimana mereka yang jumlahnya mencapai 53,226,456 orang sedang kelabakan tidak ada pegangan yang menentukan untuk dijadikan sumber pendapatan bagi memenuhi penghidupannya sehari-hari.

Amien yang petentengan untuk melawan Mahathir ini, makin sesumbar dengan omongan tingginya: "Malaysia jangan menganggap Indonesia bangsa yang remeh temeh karena kita hanya diam dan membungkuk. Jika situasi sudah dianggap panas dan ada kesadaran Malaysia untuk minta didinginkan, kita dengan senang hati ingin mendinginkan suasana tapi harus dua belah pihak. Siapa yang melempar bola panas? Saya kira bukan Indonesia. Tapi yang memulai pencambukan TKI. Yang menyiksa dan menghina. Bangsa besar itu harus tegap. Punya harga diri, Jika membungkuk-bungkuk terus manusia kecil pun bisa memegang kepala kita."( http://www.detik.com/peristiwa/2002/08/29/20020829-111554.shtml , Amien Soal TKI: Kedua Negara Harus Dinginkan Suasana)

Jelas, Amien, tidak ada gunanya menyalahkan negeri kerajaan Malaysia dibawah Mahathir yang telah berhasil membawa negrinya ketingkat perekonomian yang maju. Coba Amien belajar kepada Mahathir bagaimana sampai dia bisa berhasil membawa rakyatnya ketingkat yang lumayan baik dibanding dengan negara sekular pancasila yang keropos dengan hutangnya yang sudah sampai ke-ubun-ubun ini.

Dimana dari sejumlah 90,807,417 orang yang bernasib baik sampai sekarang karena masih bisa bekerja, ternyata 39,743,908 orang sibuk dengan bagian pertanian, kehutanan, perburuan dan penangkapan ikannya. Disusul dengan 17,469,129 orang sibuk dengan kegiatan di restoran, hotel dan perdagangan. Juga 12,086,122 orang sibuk dibidang industri.. Sedangkan 11,003,482 orang aktif di bidang sosial dan pelayanan umum. Kemudian sebanyak 4,448,279 orang digiatkan dalam bidang angkutan dan komunikasi. Seterusnya 3,837,554 orang sibuk dengan bagian bangunan dan 1,091,120 orang giat bekerja dibidang gas, listrik, air dan tambang. ( http://www.bps.go.id/sector/employ/table2.shtml )

Nah sekarang, Amien harus melihat bahwa ternyata jumlah persentase terbesar yang bisa menampung tenaga kerja rakyat negara sekular pancasila sampai detik ini adalah dalam bidang pertanian, kehutanan, perburuan dan penangkapan ikann yang mampu menampung sejumlah 39,743,908 orang atau sama dengan 43,77 % dari keseluruhan tempat penampungan tenaga kerja.

Selanjutnya disusul dalam bidang restoran, hotel dan perdagangan yang mampu menampung tenaga kerja sebanyak 17,469,129 orang atau sama dengan 19,24 %.

Jelas, Amien sekarang, kalau masih tetap buta tidak bisa melihat keadaan sebenarnya mengenai keadaan pekerjaan dan tempat kerja yang mampu menampung rakyat negara sekular yang butuh kerja, maka tidak perlu jadi ketua MPR dan tidak perlu jadi ketua umum partai politik, karena tidak ada gunanya. Kalau hanya berkoar dan petantang-petenteng sambil tunjukkan gigi ompong kepada Mahathir yang telah berhasil menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya.

Saran saya adalah, bagaimana menciptakan iklim dan udara segar untuk tumbuhnya perusahaan dalam bidang industri kecil dan menengah yang mampu memberikan pendapatan kedalam kas negara dengan menarik mereka yang mempunyai modal untuk ditanamkan didalam wilayah negara sekular pancasila.

Lihat dan contoh negeri kerajaan Malaysia. Para penanam modal dari luar antri untuk dapat menanamkan modalnya di Malaysia. Bandingkan dengan negara sekular pancasila, hampir gersang dari penanam modal dari luar, karena ketakutan dengan ketidakstabilan politik, keamanan dan ekonomi.

Selama Amien terus berkoar menantang Mahathir, maka jangan harap negara sekular pancasila akan aman dan rakyatnya akan berhasil mendapat pekerjaan di dalam negeri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se